INFO PEMESANAN: SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS - EMAIL skripsitesismu@gmail.com - SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS - EMAIL skripsitesismu@gmail.com - DOWNLOAD GRATIS

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI INVESTOR DALAM TRANSAKSI REKSA DANA DIHUBUNGKAN DENGAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG PASAR MODAL

ABSTRAK

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari investor untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan peran investor untuk berinvestasi di Pasar Modal. Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi investor,  khususnya investor kecil dan investor yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasinya. Seorang investor yang melakukan investasi melalui Reksa Dana, maka berarti investor tersebut telah melakukan diversifikasi investasi yang dapat menaikkan expected return dan meminimalkan risiko. Transaksi Reksa Dana merupakan kerja sama antara dua pihak atau lebih yaitu antara investor dengan manajer investasi selaku pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut yang dituangkan dalam suatu Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Selanjutnya, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana hak dan kewajiban investor dalam praktik transaksi Reksa Dana apabila terjadi kesalahan manajer investasi dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, bagaimana tanggung jawab manajer investasi terhadap kerugian investor yang disebabkan kesalahan manajer investasi dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan bagaimana perlindungan hukum bagi investor Reksa Dana di Pasar Modal apabila terjadi kesalahan manajer investasi.

SKRIPSI ISLAM TERBAIK 1


    1. Aplikasi Logika Matematika pada Penyusunan Jaringan Listrik
    2. Implementasi Metode Berprogama Penemuan dan Ceramah Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Fisika
    3. Internalisasi Nilai ajaran Islam Metode Pembiasaan di SMP Muhamadiyah 2 Yogyakarta
    4. Komunikasi Dakwah UKKI Jama'ah Al-Kautsar Terhadap Mahasiswa IST AKPRIND Yogyakarta
    5. Konsep Kecerdasan Emosi Daniel Goelman dan Relevansinya dengan Kesehatan Mental Fakiah
    6. Konsep Keluarga Sakinah Menurut Presppektif Hukum Islam
    7. Konsep Manusia Menurut Hasan Langgulung dan implikasinya Terhadap pendidikan Islam
    8. Konsep Pendidikan Tauhid dalam Keluarga
    9. Konsep Pluralisme Abdurahman Wahid dalam Prespektif Pendidikan Islam
    10. Kontribusi Permainan sebagai Strategi Active Learning dalam Bahasa Arab
    11. Layanan PenelusuranInfo di Ruang Internet UPT Perpustakaan UPN ''VETERAN'' Yogyakarta

      ANARKISME ILMU PENGETAHUAN (Analisis Terhadap Konstruksi Epistemologi Paul Karl Feyerabend, 1924-1994)

      BAB I
      PENDAHULUAN

      A. Latar Belakang Masalah
      Dewasa ini terdapat perhatian yang semakin besar terhadap filsafat ilmu. Dinamika perkembangan ilmu yang begitu pesat dan cepat serta pengaruhnya yang cukup signifikan terhadap kehidupan masyarakat, menuntut intensitas pemikiran kita untuk mempelajari berbagai metode cabang ilmu secara terpadu dan berkesinambungan. Hakikat ilmu sebagai suatu kumpulan pengetahuan berdaya guna memberikan dorongan bagi kita dalam menjelaskan, meramalkan dan mengontrol gejala-gejala alam.

      Islam dan Pergeseran Politik di Indonesia: Peran Intelektual Islam dalam Merespon Isu Demokratisasi, 1970-2000

      A. Latar Belakang Masalah
      Selama masa penjajahan Belanda, kondisi umat Islam sangat menyedihkan. Hanya pada periode pendudukan Jepang yang kendatipun singkat merupakan episode pembuka kembali keterlibatan umat Islam Indonesia dalam dunia politik.[1] Sumbangan terbesar Jepang bagi politik Islam Indonesia terletak pada upaya untuk menyatukan berbagai kekuatan Islam dalam suatu organisasi Masyumi yang didirikan pada 7 Agustus 1945, yang didukung baik oleh Muhammadiyah maupun Nahdatul Ulama (NU).[2] Usaha Wahid Hasyim beserta tokoh-tokoh Islam lainnya untuk lepas dari pengaruh Jepang pada awalnya berhasil baik. Hal ini terbukti, ketika Jepang mengalami kekalahan dalam perang, sementara mereka yang terlibat dalam kepengurusan Masyumi tetap memainkan peran penting dalam politik nasional Indonesia.[3]